Datang Dari Mana?

Seperti kuda yang berlari kencang saat matanya tak lagi bisa melihat ke kanan dan ke kiri. Fokus. Satu titik di depan.

Kehadiran BB group, Facebook status, twitter dengan mudahnya membuka kacamata kudaku. Setiap hari sepertinya belakangan ini aku disodorkan dengan setitik demi setitik keberhasilan teman-temanku yang membuat jiwaku ciut. Melemepem. Sibuk membandingkan dan membayangkan. Mental tempe. Datang dari mana?

Satu titik di depan. Kupandang lurus walau tak yakin apakah benar baik adanya titik itu kupandang terus menerus.

Keberhasilan sekitar yang seharusnya menjadi pecut seringkali berakibat sebaliknya. Bara padam. Geliat terpendam. Keputus asaan yang terpupuk. Darimana logikanya coba? Kebahagiaan yang datang sesaat atas keberhasilan mereka segera tergantikan dengan rasa ketidak percayaan diri, inferioritas dan ketak berdayaan. Sekali lagi. Mental tempe. Datang dari mana?

Satu titik di depan. Jiwa ini berani. Berani berjuang selangkah demi selangkah. Menentang segala yang berbau negatif. Positive thinking to the max-lah pokoknya.

Lalu sehembus bau kemenangan dari sekelilingku mengurungku dalam kerangkeng yang semakin menghimpit. Seakan mengejek setiap langkahku yang kujalani entah akan dibawa kemana ujungnya. Selangkah maju, selangkah mundur, kesamping dan diagonal. Tak jelas. Berputar di situ-situ saja. Bermain-main dengan bintang dan angkasa. Senang? Ya. Sukses? Apa dulu ukurannya? Bila dibandingan dengan dari apa yang mereka punya di awal dan apa yang mereka punya sekarang, tentu kalah jauh. Mental tempe. Sekali lagi datang dari mana?

Teringat sekejap sekali dua kali “Lihat gambarku.”, “Ah jelek”. “Lihat kuberlari”, “Ah seperti layangan putus”. “Lihat hasil jahitanku”, “Mendingan kamu ke tukang jahit.”.”Aku mau dapat 700”,”Ah, mana bisa?”. Bila darahmu sendiri berkata kamu tak mampu, sudah sewajarnya kamu mencoba berlari lebih keras, bernyanyi lebih nyaring dan melompat lebih tinggi. Bila tahun demi tahun pesan yang terdengar adalah “No you can’t do it. Don’t dream too high, you will get disappointed.”, it will take more than a day to flip it around. That’s just how it is.

Patience, perseverance and faith. Nothing else. Nothing but.

Over, and over and over again.

Advertisements

About inifeli

Sketch a lot, write a lot, read a lot. Live a lot.

One comment

  1. Gokil! Sinting! Kamu gak mungkin bisa nulis sebagus ini…gak munggggkkkinnnnnn!!

    Eh tapi buktinya bisa tuh? 😉

    Great piece. Love it. You could be the next Dee Lestari 🙂

Well, I'd say....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: